Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, pada Jumat, 10 Oktober 2025, dan diikuti oleh kader Posyandu serta kader PKK setempat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kelurahan Karangrejek, Utami Tami Sekarini, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Poltekkes BSI dalam membantu masyarakat melalui pendekatan teknologi dan edukasi gizi.
Ketua tim dosen, Resmi Aini, M.Sc., bersama anggota Andhy Sulistyo, M.Kom., dan Amelia Handayani Burhan, M.Sc., menggandeng mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekkes BSI untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan intensif tentang penggunaan aplikasi KMS Digital Offline untuk pencatatan tumbuh kembang balita secara efektif dan efisien. Selain pelatihan teknologi, peserta juga memperoleh edukasi tentang pencegahan stunting dan anemia, pengenalan pangan lokal bergizi, serta strategi pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.
Program ini terdiri dari tiga kegiatan utama yang dirancang secara terpadu:
-
Pos Cantik (Posyandu Cegah Anemia & Stunting, Inovatif, Teknologis, dan Kuat) — berfokus pada digitalisasi data balita, edukasi pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, serta skrining anemia.
-
PKK Gelora (Gerakan Eling Orangtua Rawat Anak) — melibatkan dua sub-program kampanye, yaitu Buk’e Langsing (Ibu PKK Lawan Stunting) dan Pak’e Ganteng (Bapak Peduli Gizi dan Tumbuh Kembang), untuk mendorong partisipasi aktif orang tua dalam pencegahan stunting.
-
Unit Usaha Adek’e Sehat — memberdayakan warga untuk mengolah hasil pangan lokal menjadi produk bergizi dan bernilai ekonomi, sebagai bentuk kemandirian ekonomi sekaligus dukungan terhadap gizi keluarga.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para kader Posyandu dan kader PKK di lingkungan Karangrejek. Melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat melahirkan kader Posyandu yang tangguh, melek teknologi, serta berdaya secara sosial dan ekonomi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga soal pemberdayaan. Dengan teknologi dan semangat kolaborasi, kader Posyandu bisa menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Resmi Aini, M.Sc., selaku ketua tim pengabdian. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Poltekkes BSI Yogyakarta membuktikan komitmennya dalam melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.